Jumat, 12 Agustus 2016

PAMERAN OTAK




       Sekelompok mahasiswa Amerika sedang berdiskusi. Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan negaranya mereka berencana mengadakan sebuah acara pameran di kampusnya.
“Temanya harus lain dari pada yang lain tetapi mampu menggugah rasa nasionalisme terhadap negara,” Kata ketua panitia.
“Pameran lukisan ?” Salah seorang mengusulkan.
“Itu lebih cocok untuk para orang tua. Tidak enerjik.”
“Bagaimana kalau pameran patung dari pemahat-pemahat terkenal?”
“Itu tidak membuat otak berpikir.”
“Pameran teknologi hasil karya anak bangsa?”
“Itu tidak perlu dipamerkan. Seluruh dunia sudah  tahu kehebatan Amerika.”
Semua usulan ditolak. Sampai akhirnya tiba-tiba seorang mahasiswa mengusulkan untuk mengadakan pameran otak.
“Maksud dari pameran otak itu seperti apa?” Tanya ketua panitia agak tertarik.
Si mahasiswa menjelaskan secara detil dan panjang lebar bagaimana pameran otak yang dimaksudnya itu. Ketua panitia juga anggota yang lain mendengarkan sambil sesekali mengangguk-anggukan kepala.
Beres dijelaskan, ternyata semua panitia langsung menyetujui ide untuk mengadakan pameran otak tersebut.
Semua orang kemudian bergerak mengumpulkan berbagai macam otak dari berbagai negara seperti Jepang, Amerika dan Indonesia.
Pameran otak pun dilaksanakan. Karena baru pertama kali diadakan, pengunjungnya langsung membludak. Semua orang penasaran dan mengajukan pertanyaan kepada panitia pameran hal yang bersangkut paut dengan otak.
Mari kita ikuti salah satu dialog yang terjadi antara panitia dan seorang pengunjung.
“Apa kelebihan otak orang Jepang ini?”
“Kelebihannya adalah karena otak orang Jepang ini sudah bisa membuat robot. Harganya lima ratus ribu Dollar.”
 Si pengunjung manggut-manggut. Dia lalu menunjuk otak orang Amerika.
“Kalau kelebihan otak orang Amerika ini apa?”
“Kalau otak orang Amerika ini bisa membuat bom atom. Harganya tujuh ratus lima puluh ribu Dollar.”
Si pengunjung berdecak makin kagum. Otak-otak ini benar-benar hebat, ucapnya dalam hati. Dia lalu menunjuk otak orang Indonesia. Asal negaranya.
“Nah, kalau kelebihan otak orang Indonesia ini apa sehingga harus ikut dipamerkan di sini?”
Si panitia berpikir sejenak sebelum menjawab.
“Otak orang Indonesia ini harganya paling mahal. Satu juta Dollar.”
“Wow, benar-benar fantastis. Lalu kelebihannya apa?”
“Ini adalah otak koruptor. Karena otak ini negara Indoneia tidak maju-maju. Rakyatnya miskin, hukumnya tidak adil, ketua DPR, KAPOLRI, ketua KPK, dan wakil ketua KPK, semuanya jadi tersangka, Jaksa, hakim, dan polisinya kena suap, juga sebagai Negara muslim terbesar di dunia tetapi menteri agamanya malahan dipenjara. Jadi oleh otak satu orang ini saja negara Indonesia bisa hancur lebur. Otak ini lebih dahsyat dari senjata pemusnah massal yang pernah ada di dunia ini. Hebat kan?”
Wuih….
Mendengar itu saya jadi penasaran dan ikut mengajukan pertanyaan.
“Lalu kalau efeknya seburuk itu kenapa harganya bisa demikian mahal?”
Panitia menjawab sambil berbisik.
“Ssst… sengaja. Supaya tidak ada yang sanggup beli, jadi bisa dikembalikan lagi ke negara asalnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar