Sekelompok
mahasiswa Amerika sedang berdiskusi. Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan
negaranya mereka berencana mengadakan sebuah acara pameran di kampusnya.
“Temanya
harus lain dari pada yang lain tetapi mampu menggugah rasa nasionalisme
terhadap negara,” Kata ketua panitia.
“Pameran
lukisan ?” Salah seorang mengusulkan.
“Itu
lebih cocok untuk para orang tua. Tidak enerjik.”
“Bagaimana
kalau pameran patung dari pemahat-pemahat terkenal?”
“Itu
tidak membuat otak berpikir.”
“Pameran
teknologi hasil karya anak bangsa?”
“Itu
tidak perlu dipamerkan. Seluruh dunia sudah
tahu kehebatan Amerika.”
Semua
usulan ditolak. Sampai akhirnya tiba-tiba seorang mahasiswa mengusulkan untuk
mengadakan pameran otak.
“Maksud
dari pameran otak itu seperti apa?” Tanya ketua panitia agak tertarik.
Si
mahasiswa menjelaskan secara detil dan panjang lebar bagaimana pameran otak
yang dimaksudnya itu. Ketua panitia juga anggota yang lain mendengarkan sambil
sesekali mengangguk-anggukan kepala.
Beres
dijelaskan, ternyata semua panitia langsung menyetujui ide untuk mengadakan
pameran otak tersebut.
Semua
orang kemudian bergerak mengumpulkan berbagai macam otak dari berbagai negara
seperti Jepang, Amerika dan Indonesia.
Pameran
otak pun dilaksanakan. Karena baru pertama kali diadakan, pengunjungnya
langsung membludak. Semua orang penasaran dan mengajukan pertanyaan kepada panitia
pameran hal yang bersangkut paut dengan otak.
Mari
kita ikuti salah satu dialog yang terjadi antara panitia dan seorang
pengunjung.
“Apa
kelebihan otak orang Jepang ini?”
“Kelebihannya
adalah karena otak orang Jepang ini sudah bisa membuat robot. Harganya lima
ratus ribu Dollar.”
Si pengunjung manggut-manggut. Dia lalu
menunjuk otak orang Amerika.
“Kalau
kelebihan otak orang Amerika ini apa?”
“Kalau
otak orang Amerika ini bisa membuat bom atom. Harganya tujuh ratus lima puluh
ribu Dollar.”
Si
pengunjung berdecak makin kagum. Otak-otak ini benar-benar hebat, ucapnya dalam
hati. Dia lalu menunjuk otak orang Indonesia. Asal negaranya.
“Nah,
kalau kelebihan otak orang Indonesia ini apa sehingga harus ikut dipamerkan di
sini?”
Si
panitia berpikir sejenak sebelum menjawab.
“Otak
orang Indonesia ini harganya paling mahal. Satu juta Dollar.”
“Wow,
benar-benar fantastis. Lalu kelebihannya apa?”
“Ini
adalah otak koruptor. Karena otak ini negara Indoneia tidak maju-maju.
Rakyatnya miskin, hukumnya tidak adil, ketua DPR, KAPOLRI, ketua KPK, dan wakil
ketua KPK, semuanya jadi tersangka, Jaksa, hakim, dan polisinya kena suap, juga
sebagai Negara muslim terbesar di dunia tetapi menteri agamanya malahan
dipenjara. Jadi oleh otak satu orang ini saja negara Indonesia bisa hancur
lebur. Otak ini lebih dahsyat dari senjata pemusnah massal yang pernah ada di
dunia ini. Hebat kan?”
Wuih….
Mendengar itu saya jadi penasaran
dan ikut mengajukan pertanyaan.
“Lalu kalau efeknya seburuk itu
kenapa harganya bisa demikian mahal?”
Panitia menjawab sambil berbisik.
“Ssst… sengaja. Supaya tidak ada
yang sanggup beli, jadi bisa dikembalikan lagi ke negara asalnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar