Ini
sisi lain dari kasus terpidana yang bernama Nazar Udin. Sosok yang telah
menyebabkan luka-luka di tubuh ibu Pertiwi ini kian bernanah-nanah. Terserah
apakah anda mau menangis tersedu-sedu, tersenyum pahit, atau bahkan tertawa
cekikikan.
Nazar
Udin adalah tokoh kunci dari kasus Hambalang yang banyak melibatkan tokoh-tokoh
politik popular negeri Indonesia yang selama ini paling getol ber-jargon ria
dengan kalimat:
“KATAKAN
TIDAK PADA KORUPSI !”
Saya
tidak tahu maksudnya Tidak itu apa. Apakah tidak menolak, tidak
tanggung-tanggung, ataukah tidak boleh ketinggalan. Entahlah.
Sore
itu Nazar Udin baru saja selesai menjalani pemeriksaan di gedung KPK. Begitu
keluar puluhan wartawan langsung mengerubutinya. Mewawancarai ini dan itu.
Sambil
tersenyum ramah, Nazar Udin menjawab semua pertanyaan para kuli tinta itu
dengan lancar.
Seperti
watak kebanyakan para pejabat negeri ini yang jadi pesakitan kasus korupsi,
Nazar Udin pun demikian. Selama menjawab pertanyaan para Wartawan itu tidak
kelihatan sama sekali kalau dia mengalami perasaan tertekan setelah menjalani
pemeriksaan oleh KPK yang memakan waktu hingga berjam-jam lamanya.
Yang
terlihat adalah wajah cerah-ceria tanpa rasa bersalah atau pun berdosa sudah
mengerjai seluruh rakyat Indonesia. Senyumnya berpendaran kian - kemari.
Sementara
di rumahnya.
Nenek
dari si Nazar Udin menonton berita itu di tivi dengan sepasang mata
berkaca-kaca. Tangannya tak henti terus-terusan mengusap dadanya sambil
menggumamkan kata-kata yang tidak begitu jelas.
Tiba-tiba
datanglah cucunya yang lain lalu ikut duduk disisinya bermaksud menghiibur.
“Nenek
jangan bersedih. Mungkin ini sudah
takdirnya bang Nazar. Nenek sabar, ya?”
Mendengar itu si nenek malah melotot.
“Siapa
yang sedih? Nenek justeru bangga. Akhirnya diantara cucu-cucu nenek yang lain
ada juga yang bisa masuk tivi !”
Menyebalkan bukan melihat gayanya
para Koruptor itu di televisi?
Pakaian : Jas dan dasi yang paling
mahal
Mobil : Sedan mewah keluaran
terbaru.
Sementara senyumnya terus
mengembang kesana – kemari seolah tak punya salah secuil pun. Mungkin selain Kontes Abang None dan Miss Indonesia, perlu ada juga Kontes Senyum Bohongan Para Koruptor.
Siapa yang kelihatan paling tidak punya salah itulah pemenangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar