Jumat, 12 Agustus 2016

NAZAR UDIN



Ini sisi lain dari kasus terpidana yang bernama Nazar Udin. Sosok yang telah menyebabkan luka-luka di tubuh ibu Pertiwi ini kian bernanah-nanah. Terserah apakah anda mau menangis tersedu-sedu, tersenyum pahit, atau bahkan tertawa cekikikan.
Nazar Udin adalah tokoh kunci dari kasus Hambalang yang banyak melibatkan tokoh-tokoh politik popular negeri Indonesia yang selama ini paling getol ber-jargon ria dengan kalimat:
“KATAKAN TIDAK PADA KORUPSI !”
Saya tidak tahu maksudnya Tidak itu apa. Apakah tidak menolak, tidak tanggung-tanggung, ataukah tidak boleh ketinggalan. Entahlah.
Sore itu Nazar Udin baru saja selesai menjalani pemeriksaan di gedung KPK. Begitu keluar puluhan wartawan langsung mengerubutinya. Mewawancarai ini dan itu.
Sambil tersenyum ramah, Nazar Udin menjawab semua pertanyaan para kuli tinta itu dengan lancar.
Seperti watak kebanyakan para pejabat negeri ini yang jadi pesakitan kasus korupsi, Nazar Udin pun demikian. Selama menjawab pertanyaan para Wartawan itu tidak kelihatan sama sekali kalau dia mengalami perasaan tertekan setelah menjalani pemeriksaan oleh KPK yang memakan waktu hingga berjam-jam lamanya.
Yang terlihat adalah wajah cerah-ceria tanpa rasa bersalah atau pun berdosa sudah mengerjai seluruh rakyat Indonesia. Senyumnya berpendaran kian - kemari.
Sementara di rumahnya.
Nenek dari si Nazar Udin menonton berita itu di tivi dengan sepasang mata berkaca-kaca. Tangannya tak henti terus-terusan mengusap dadanya sambil menggumamkan kata-kata yang tidak begitu jelas.
Tiba-tiba datanglah cucunya yang lain lalu ikut duduk disisinya bermaksud menghiibur.
“Nenek  jangan bersedih. Mungkin ini sudah takdirnya bang Nazar. Nenek sabar, ya?”
 Mendengar itu si nenek malah melotot.
“Siapa yang sedih? Nenek justeru bangga. Akhirnya diantara cucu-cucu nenek yang lain ada juga yang bisa masuk tivi !”

Menyebalkan bukan melihat gayanya para Koruptor itu di televisi?
Pakaian : Jas dan dasi yang paling mahal
Mobil : Sedan mewah keluaran terbaru.
Sementara senyumnya terus mengembang kesana – kemari seolah tak punya salah secuil pun. Mungkin selain Kontes Abang None dan Miss Indonesia, perlu ada juga Kontes Senyum Bohongan Para Koruptor. Siapa yang kelihatan paling tidak punya salah itulah pemenangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar