Pagi yang cerah. Langit Jakarta bersih tak berawan.
Seorang
koruptor masuk ke sebuah toko buku yang cukup besar dan lengkap. Beberapa buku
doa dibacanya sekilas. Lalu dikembalikan lagi ke raknya. Begitu berulang-ulang.
Wajahnya terlihat kian gelisah.
Tiba-tiba seorang pramuniaga
berwajah cantik menghampirinya.
“Ada yang bisa saya bantu, pak?”
Katanya ramah sambil manis tersenyum.
Si koruptor sejenak memandanginya
seakan ingin memastikan apakah pramuniaga ini tulus bermaksud membantunya
ataukah hanya sekedar politik pencitraan saja agar jualannya laku.
“Saya mencari buku doa,” Katanya.
“Hidup saya sedang gelisah. Makan
tidak enak, tidur tidak nyenyak, jantung selalu berdebar-debar. Saya berharap
dengan doa-doa tersebut keadaan jiwa saya akan lebih baik. Tapi semua buku-buku
doa yang tersedia di sini sama sekali tidak ada yang cocok untuk saya .”
“Boleh saya tahu bapak kerja di
mana?” Tanya Pramuniaga.
“Saya ini pejabat pemerintah yang
sebentar lagi akan mencalonkan diri menjadi anggota dewan.”
Mendengar jawaban itu sang
Pramuniaga langsung bersinar wajahnya .
“Semua buku doa di sini memang
standar, pak. Tapi kalau bapak ingin yang khusus saya bersedia membuatkannya
untuk bapak. Gratis.”
“Benarkah?”
“Iya, pak.”
“Kalau begitu cepat buatkan doa yang
cocok untuk saya. Saya akan berikan bonus untuk kamu.”
Sang pramuniaga menghilang sejenak
di balik meja kasir. Lima belas menit kemudian dia balik lagi dengan selembar
kertas di tangannya.
“Mungkin yang seperti ini cocok
untuk bapak,” Ucapnya seraya mengangsurkan lembaran kertas itu kepada si
koruptor.
Si koruptor membacanya. Berikut ini
adalah isi doa tersebut :
Ya Allah jadikanlah Indonesia negara
yang kaya raya. Cadangan devisanya cukup, perekonomiannya di atas seratus
persen, agar bisa hamba korupsi.
Ya Allah, kalau Indonesia tetap
miskin, datangkanlah IMF kemari supaya sudi memberikan pinjaman. Kemudian
pinjaman itu akan hamba korupsi.
Ya Allah panjangkanlah umur
Presiden, panjangkan juga umur DPR. Sebab kalau mereka tidak ada hamba juga
tidak akan bisa korupsi.”
Ya Allah, jadikanlah KPK sebagai
Komisi Pembela Koruptor jangan Komisi Pemberantas Korupsi.”
Ya Allah, kabulkanlah semua doa
hamba jangan ada yang engkau korupsi.”
Amieeen…,
kata Pemerintah dan DPR.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar