Jumat, 01 Juli 2016

DOA KORUPTOR


            Pagi yang cerah. Langit Jakarta bersih tak berawan.
Seorang koruptor masuk ke sebuah toko buku yang cukup besar dan lengkap. Beberapa buku doa dibacanya sekilas. Lalu dikembalikan lagi ke raknya. Begitu berulang-ulang. Wajahnya terlihat kian gelisah.
            Tiba-tiba seorang pramuniaga berwajah cantik menghampirinya.
            “Ada yang bisa saya bantu, pak?” Katanya ramah sambil manis tersenyum.
            Si koruptor sejenak memandanginya seakan ingin memastikan apakah pramuniaga ini tulus bermaksud membantunya ataukah hanya sekedar politik pencitraan saja agar jualannya laku.
            “Saya mencari buku doa,” Katanya.
            “Hidup saya sedang gelisah. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, jantung selalu berdebar-debar. Saya berharap dengan doa-doa tersebut keadaan jiwa saya akan lebih baik. Tapi semua buku-buku doa yang tersedia di sini sama sekali tidak ada yang cocok untuk saya .”
            “Boleh saya tahu bapak kerja di mana?” Tanya Pramuniaga.
            “Saya ini pejabat pemerintah yang sebentar lagi akan mencalonkan diri menjadi anggota dewan.”
            Mendengar jawaban itu sang Pramuniaga langsung bersinar wajahnya .
            “Semua buku doa di sini memang standar, pak. Tapi kalau bapak ingin yang khusus saya bersedia membuatkannya untuk bapak. Gratis.”
            “Benarkah?”
            “Iya, pak.”
            “Kalau begitu cepat buatkan doa yang cocok untuk saya. Saya akan berikan bonus untuk kamu.”
            Sang pramuniaga menghilang sejenak di balik meja kasir. Lima belas menit kemudian dia balik lagi dengan selembar kertas di tangannya.
            “Mungkin yang seperti ini cocok untuk bapak,” Ucapnya seraya mengangsurkan lembaran kertas itu kepada si koruptor.
            Si koruptor membacanya. Berikut ini adalah isi doa tersebut :
            Ya Allah jadikanlah Indonesia negara yang kaya raya. Cadangan devisanya cukup, perekonomiannya di atas seratus persen, agar bisa hamba korupsi.
            Ya Allah, kalau Indonesia tetap miskin, datangkanlah IMF kemari supaya sudi memberikan pinjaman. Kemudian pinjaman itu akan hamba korupsi.
            Ya Allah panjangkanlah umur Presiden, panjangkan juga umur DPR. Sebab kalau mereka tidak ada hamba juga tidak akan bisa korupsi.”
          Ya Allah, jadikanlah KPK sebagai Komisi Pembela Koruptor jangan Komisi Pemberantas Korupsi.”
                 Ya Allah, kabulkanlah semua doa hamba jangan ada yang engkau korupsi.”

            Amieeen…, kata Pemerintah dan DPR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar