Senin, 04 April 2016

Kisah tukang nulis buku :


      Jk. Rowling si Penyihir

            Di artikel ini kita akan mengetahui 
perjuangan si Tukang Sihir, JK. Rowling pencipta Harry Potter,
yang sukses menyihir dunia.

Perjuangan si ibu ini memang tak mudah. 

Harry Potter baru bisa diterbitkan setelah ditolak puluhan kali oleh penerbit.


J.K Rowling Penulis Terkaya yang Sempat Menjadi Orang yang sangat Miskin. Saat ini pasti hampir semua orang tau Harry Potter, baik filmnya ataupun novelnya. Novel Harry Potter menjadi novel paling laris di dunia. J.K Rowling adalah penulis di balik novel tersebut. Ia telah menghasilkan miliaran dolar Amerika dari hasil karya-karyanya tersebut.


JK Rowling mampu menjelma menjadi seorang penulis paling kaya di Inggris, dan bahkan dunia.Tapi siapa sangka, ibu tiga anak ini memulai semuanya dari nol. Bahkan ia sempat mendapat santunan dari pemerintah Inggris karena masuk dalam kategori sebagai orang miskin yang layak mendapat santunan. J.K Rowling lahir dari pasangan Peter dan Anne pada 31 Juli 1965. J.K Rowling memang gemar menulis sejak kecil. Bahkan, di usianya yang baru menginjak enam tahun, ia sudah menelurkan kisah berjudul ―Rabbi. J.K Rowling terus melanjutkan kebiasaannya menulis.


Suatu ketika, saat ia melakukan perjalanan di kereta dari Manchester ke London, ia mendapat ide menulis. Saat itu tiba-tiba ia mendapat ide untuk memulai kisah Harry Potter yang diberinya judul Philosopher‘s Stone. Naskah itu tak langsung jadi. Setelah perceraian dari suami pertamanya, ia yang terpaksa harus hidup pas-pasan. Himpitan kemiskinan itulah yang membuat J.K Rowling melecut semangatnya untuk menyelesaikan karya yang telah dimulainya sebaik mungkin. Dari karyanya, Ia berharap bisa mendapatkan penghasilan yang layak. Akhirnya, pada 1995 ia berhasil menyelesaikan buku pertamanya. Tapi, karena sangat miskin, ia yang berniat mengirimkan naskahnya ke penerbit tak mampu membayar biaya foto kopi untuk memperbanyak naskahnya. Ia terpaksa mengetik ulang naskahnya hingga beberapa kopi dengan mesin tik tua manual yang murah. 

Bisa dibayangkan bagaimana perjuangannya, naskah Harry Potter yang sangat tebal itu diketiknya dengan mesin tik beberapa kali. Ia mengirimkan naskahnya ke penerbit, berharap penerbit menerima naskahnya dan ia mendapatkan penghasilan dari penjualan buku karyanya. Tapi, sama seperti penulis pemula yang lain, naskah itu pun mengalami penolakan berkali-kali dari berbagai penerbit. Bahkan sampai 12 kali. Beruntung, dari seorang agen bernama Christopher, Bloomsbury mau menerbitkan kisah tersebut.

Tak disangka, ajaibnya, buku yang sempat ditolak oleh berbagai penerbit itu justru laku sangat keras. Setelah menerbitkan buku pertamanya, ia pun menerbitkan seri lanjutan dari buku Harry Potter-nya itu. Kondisi hidupnya pun berubah total. Dari orang yang sangat miskin, yang harus menerima santunan dari pemerintah, yang bahkan untuk membayar fotokopi saja tak mampu hingga ia harus mengetik ulang naskahnya beberapa kali dengan mesin tik, kemudian ia bisa hidup berkelimpahan dari karya Harry Potter-nya itu. Tidak ada sukses tanpa perjuangan, begitu pula dengan


            J.K Rowling yang menjadi penulis terkaya di dunia. Ia pun harus mengalami masa-masa sulit sebagai orang miskin yang naskahnya harus mengalami penolakan 12 kali. Tapi ia pantang menyerah, setelah melalui perjuangan panjang ia mampu mengubah hidupnya jauh ke arah yang lebih baik. ***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar