STEPHEN
KING :
KING
OF HOROR
Bagi Anda penggemar cerita horor pasti sudah tidak asing
dengan sosok yang satu ini, Stephen King. Ia memang dikenal sebagai salah satu
penulis cerita horror terkenal di dunia. Tidak hanya mampu menjual tulisannya
sampai jutaan copy, cerita seram yang ia buat sudah banyak dibuat menjadi film
dan sangat sukses menjadi box office.
Namun Anda pasti banyak yang belum tahu bahwa Stephen pernah
hampir menyerah dengan novel pertamanya, berjudul Carrie, karena pernah ditolak
30 kali oleh penerbit. Karena merasa sudah gagal, ia bahkan hampir membuang
novel pertamanya tersebut ke tempat sampah. Sang istri yang merasa percaya
bahwa novel itu akan sukses kemudian mencegahnya sampai akhirnya Stephen
berhasil menemukan penerbit yang bersedia menerima novelnya.
Penerbit yang bernama Doubleday tersebut memberinya uang
muka sebesar 2.500 dollar Amerika, jumlah yang terbilang besar saat itu. Novel
Carrie sukses membuat nama Stephen King menjadi lebih dikenal oleh pecinta
cerita seram dan bahkan cerita Carrie sempat diangkat ke layar lebar sampai 2
kali.
Stephen King lahir pada tahun 1947, tepatnya pada tanggal 21
September 1947. Ayahnya meninggalkan keluarganya saat berusia 2 tahun. Sejak
itu ia dan saudaranya hanya dibesarkan oleh sang ibu. Dengan hanya seorang ibu
yang menafkahi, kehidupan keluarga mereka sudah pasti cukup sering tertimpa
masalah keuangan.
Karya-karya King yang kebanyak bercerita tentang hal-hal
yang menyeramkan menurut para ahli dipengaruhi oleh sebuah kejadian dalam
kehidupan saat ia masih anak-anak. Saat itu, Stephen King pernah menyaksikan
temannya tewas karena ditabrak oleh kereta api dan sejak itulah ia menjadi
pribadi yang pendiam. Stephen King memang tidak menyebutkan hal itu dalam
memoir yang ia buat, On Writing (tahun 2000) namun memang sepertinya peristiwa
inilah yang cukup berpengaruh secara psikologis kepada karya-karyanya di
kemudian hari.
Setelah sukses dengan Carrie (1973), King menulis Second
Coming (diterbitkan dengan judul Salem’s Lot) tahun 1975. Setelah sang ibu
meninggal, ia dan keluarganya pindah ke Colorada. Di kota tersebut ia menulis
The Shining yang diterbitkan pada tahun 1977 dan disusul oleh puluhan novel
berikutnya.
Sampai tahun 2013, Stephen King sudah menerbitkan 200
cerita pendek, 50 nobel dan karya nonfiksa 5 buah. Karya King sudah mencapai
penjualan 35 juta copy di seluruh dunia. Sebuah pencapaian luar biasa untuk
seorang penulis.
Satu hal yang bisa dipetik dari kisah King adalah jangan
pernah menyerah dan terus berkarya. Jangan hanya karena satu karya ditolak,
kita menjadi pesimis dan tidak ingin melanjutkan karya-karya selanjutnya. Tetap
berjuang karena menyerah bukanlah solusi terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar