Rabu, 23 Maret 2016

Kisah tukang nulis buku



STEPHEN KING :
KING OF HOROR
Bagi Anda penggemar cerita horor pasti sudah tidak asing dengan sosok yang satu ini, Stephen King. Ia memang dikenal sebagai salah satu penulis cerita horror terkenal di dunia. Tidak hanya mampu menjual tulisannya sampai jutaan copy, cerita seram yang ia buat sudah banyak dibuat menjadi film dan sangat sukses menjadi box office.
Namun Anda pasti banyak yang belum tahu bahwa Stephen pernah hampir menyerah dengan novel pertamanya, berjudul Carrie, karena pernah ditolak 30 kali oleh penerbit. Karena merasa sudah gagal, ia bahkan hampir membuang novel pertamanya tersebut ke tempat sampah. Sang istri yang merasa percaya bahwa novel itu akan sukses kemudian mencegahnya sampai akhirnya Stephen berhasil menemukan penerbit yang bersedia menerima novelnya.
Penerbit yang bernama Doubleday tersebut memberinya uang muka sebesar 2.500 dollar Amerika, jumlah yang terbilang besar saat itu. Novel Carrie sukses membuat nama Stephen King menjadi lebih dikenal oleh pecinta cerita seram dan bahkan cerita Carrie sempat diangkat ke layar lebar sampai 2 kali.
Stephen King lahir pada tahun 1947, tepatnya pada tanggal 21 September 1947. Ayahnya meninggalkan keluarganya saat berusia 2 tahun. Sejak itu ia dan saudaranya hanya dibesarkan oleh sang ibu. Dengan hanya seorang ibu yang menafkahi, kehidupan keluarga mereka sudah pasti cukup sering tertimpa masalah keuangan.
Karya-karya King yang kebanyak bercerita tentang hal-hal yang menyeramkan menurut para ahli dipengaruhi oleh sebuah kejadian dalam kehidupan saat ia masih anak-anak. Saat itu, Stephen King pernah menyaksikan temannya tewas karena ditabrak oleh kereta api dan sejak itulah ia menjadi pribadi yang pendiam. Stephen King memang tidak menyebutkan hal itu dalam memoir yang ia buat, On Writing (tahun 2000) namun memang sepertinya peristiwa inilah yang cukup berpengaruh secara psikologis kepada karya-karyanya di kemudian hari.
Setelah sukses dengan Carrie (1973), King menulis Second Coming (diterbitkan dengan judul Salem’s Lot) tahun 1975. Setelah sang ibu meninggal, ia dan keluarganya pindah ke Colorada. Di kota tersebut ia menulis The Shining yang diterbitkan pada tahun 1977 dan disusul oleh puluhan novel berikutnya.
Sampai tahun 2013, Stephen King sudah menerbitkan  200 cerita pendek, 50 nobel dan karya nonfiksa 5 buah. Karya King sudah mencapai penjualan 35 juta copy di seluruh dunia. Sebuah pencapaian luar biasa untuk seorang penulis.
Satu hal yang bisa dipetik dari kisah King adalah jangan pernah menyerah dan terus berkarya. Jangan hanya karena satu karya ditolak, kita menjadi pesimis dan tidak ingin melanjutkan karya-karya selanjutnya. Tetap berjuang karena menyerah bukanlah solusi terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar